Himbauan kepada Adnan Buyung Nasution dan Dur
Pagi ini cukup terkejut saya membaca sebuah artikel di Hidayatullah.com yang memberitakan pernyataan Adnan Buyung Nasution yang meminta kepada Depkum HAM untuk membubarkan MUI (Majelis Ulama Indonesia). Pernyataan yang sunggu tidak pantas diucapkan oleh orang sekelas dia. Pernyataan dengan maksud senada dulu juga pernah diucapkan oleh Mantan Presiden sekaligus Ketua PKB, Abdurrahman Wahid alias Dur.
Mereka adalah orang-orang yang juga beragama Islam, namun tidak memahami ajaran agamanya sendiri, tidak membela, bahkan cenderung menyesatkan umat. Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada mereka dan juga kepada semua orang seperti mereka untuk kembali ke jalan-Nya.
Bagaimana mungkin seorang muslim menuntut majelis ulama dibubarkan ? Apakah mereka tidak memahami hadits nabi berikut ini : “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Hadits ini diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnad-nya (5/169), Ad-Darimi di dalam Sunan-nya (1/98), Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah di dalam Muqaddimahnya dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Hibban. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan: “Haditsnya shahih.” Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih At-Targhib, 1/33/68)
Asy-Syaikh Shalih Fauzan mengatakan: “Kita wajib memuliakan ulama muslimin karena mereka adalah pewaris para nabi, maka meremehkan mereka termasuk meremehkan kedudukan dan warisan yang mereka ambil dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta meremehkan ilmu yang mereka bawa. Barangsiapa terjatuh dalam perbuatan ini tentu mereka akan lebih meremehkan kaum muslimin. Ulama adalah orang yang wajib kita hormati karena kedudukan mereka di tengah-tengah umat dan tugas yang mereka emban untuk kemaslahatan Islam dan muslimin. Kalau mereka tidak mempercayai ulama, lalu kepada siapa mereka percaya. Kalau kepercayaan telah menghilang dari ulama, lalu kepada siapa kaum muslimin mengembalikan semua problem hidup mereka dan untuk menjelaskan hukum-hukum syariat, maka di saat itulah akan terjadi kebimbangan dan terjadinya huru-hara.” (Al-Ajwibah Al-Mufidah, hal. 140).
Mereka tentunya juga tidak belajar kepada hadits Rasulullah berikut ini : “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)
Begitulah akibatnya apabila sebuah negara merendahkan peran para ulamanya. Semoga ABS dan Dur dan orang-orang seperti mereka sadar akan hal ini.
