Saat ini lagi seru-serunya perang urat saraf yang dilancarkan oleh 2 kubu, yang notabene ormas Islam, yaitu FPI dan GP Ansor. ‘Perang’ ini menurut GP Ansor disebabkan oleh aksi anarkisme FPI yang sudah sering terjadi. FPI sendiri juga tidak mau dipersalahkan begitu saja. Mereka tetap kukuh berpendirian untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar menuntut pembubaran Ahmadiyah di Indonesia.

Terus terang, saya tidak ingin memihak salah satu kubu. Namun hanya sekedar ingin mengungkapkan opini pribadi saya yang selama ini sekaligus juga menjadi unek-unek saya. Bagaimana mungkin seorang sekelas ketua GP Ansor tidak mampu bersikap lebih bijaksana untuk melihat persoalan kepada akarnya. Saya rasa sudah bukan jamannya untuk menyikapi setiap permasalahan hanya pada ‘tampilan luarnya’ saja. Kalau sudah seperti ini ya, sedikit-sedikit emosi bisa meletup karena pada zaman ini begitu banyaknya masalah-masalah sepele menyeruak ke permukaan yang memang bisa menyulut emosi apabila hanya berpikiran dangkal saja.

Wahai saudara-saudaraku, tahukah kalian? Kita, umat muslim, sedang difitnah luar dalam oleh para jahanam liberalis. Kita sedang diadu domba untuk kemudian dikuasai. Taktik mereka kuno namun ampuh, ditambah lagi para jahanam itu juga beragama islam (namun bukan muslim). Sadarlah wahai saudaraku, tidak ada gunanya saling bermusuhan sesama muslim sendiri. Bahkan Rasulullah pun mengecam dan melaknat hal ini.

Jika ada saudara kita yang menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, ya mbok dibantu sekuatnya bukan malah memusuhinya. Problem kita sekarang ini adalah Ahmadiyah. Mari kita satukan energi untuk segera melenyapkan paham sesat ini dari agama kita tercinta. Merekalah yang seharusnya kita perangi, bukan malah saudara kita sendiri !

BUBARKAN AHMADIYAH !!!