News, IslamJune 3, 2008 2:54 am

Front Pembela Islam (FPI) mengeluarkan kronologis peristiwa rusuh yang terjadi pada hari Minggu, I Juni 2008 di Silang Monas. Inilah kronologisnya:

Massa Hizbut tahrir Indonesia berkumpul bersama ormas Islam lainnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM di Jakarta menuju Istana negara. silahkan buka website resmi HTI. Di antaranya adalah: Perwakilan Serikat Kerja PLN, HTI, FPI, dan sebagainya.

Demo ini sudah mendapatkan izin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapih dan ketat. Dengan kata lain demo ini adalah kegiatan yang resmi dan legal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Pada saat yang bersamaan muncullah kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB) yang nota bene adalah pro Ahmadyah.

Seperti yang dilansir dalam siaran TV mengenai kegiatan AKK-BB ini sebelumnya tidak diperkenankan oleh Kepolisian terkait untuk melakukan aksi di wilayah Monas, Karena akan berbenturan dengan pihak yang tidak mendukung acara mereka. dengan kata lain, kegiatan AKK-BB ini tidak mendapat izin untuk melakukan kegiatan di wilayah Monas.

Melihat gelagat negatif ini, Pihak FPI mengisntruksikan beberapa personilnya untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh AKK-BB ini di wilayah aksi demonstrasi HTI. Ternyata mereka melakukan orasi yang menjelekan salah satu Ormas Peserta Demo dengan mengatakan " Laskar Setan" dan sebagainya. Mendengar hal itu, personil FPI segera melaporkan kepada Laskar FPI mengenai temuan orasi tersebut.

Beberapa laskar FPI segera meminta klarifikasi kepada pihak AKK-BB mengenai hal ini. Pihak AKK-BB berusaha mengelak dan menjawab dengan sikap yang arogan sehingga membuat Laskar FPI kesal. Arogansi AKK-BB ini semakin menjadi dengan mengeluarkan sepucuk senjata Api dan menembakkan ke Udara 1 kali. Mendengar letusan ini, Laskar FPI mencegah perbuatan tersebut tapi ditanggapi dengan tembakan ke udara hingga 4 kali.

Melihat aksiyangarogan dan sok Jagoan, Laskar FPI makin kesal dan langsung melakukan pemukulan terhadap provokator. Tidak ada pihak anak-anak dan wanita yang menjadi sasaran amarah pihak FPI. Hanya oknum yang sok Jagoan dan Arogan yang telah mengejek dan menghina kafir kepada laskar FPI yang menjadi sasaran empuk di kerumunan massa aksi Demonstrasi BBM ini. Beruntung tidak semua elemen massa demo ini ikut memukuli pihak AKK-BB.

Diduga, AKK-BB adalah kelompok bersenjatayangsengaja disusupkan di dalam kegiatan demo BBM minggu 1 Juni 2008 di Monas dengan menyertakan anak kecil dan wanita dengan itikad menjatuhkan opini BBM menjadi opini pembubaran FPI dengan melakukan provokasi sebutan Laskar Kafir dan tembakan senjata api.

Kondisi terakhir pihak FPI menjadi obyek makian masyarakat bahkan intimidasi oleh Nahdlatul ulama dan elemen-elemen nya sehingga Fitnah perjuangan semakin terbukti kebenarannya bahwa Dakwah di Jalan Allah SWT akan ditebus oleh fitnah, intimidasi, makian negatif opini oleh kafirun dan munafikun bahkan kelompok orangyangmengatas namakan ahli ilmu dan ibadah seperti NU dan elemen2nya. Wallahu A’lam Bisshowab.

Hasbiallahu wa ni’mal wakil, Ni’malmaula wa ni’mannashiir.

Cukuplah Allah Sebagai Pelindung dan Penolong Mujahid Dakwah.(source: fpipetamburan.blogspot.com)

Celoteh, Islam 2:08 am

Pagi ini cukup terkejut saya membaca sebuah artikel di Hidayatullah.com yang memberitakan pernyataan Adnan Buyung Nasution yang meminta kepada Depkum HAM untuk membubarkan MUI (Majelis Ulama Indonesia). Pernyataan yang sunggu tidak pantas diucapkan oleh orang sekelas dia. Pernyataan dengan maksud senada dulu juga pernah diucapkan oleh Mantan Presiden sekaligus Ketua PKB, Abdurrahman Wahid alias Dur.

Mereka adalah orang-orang yang juga beragama Islam, namun tidak memahami ajaran agamanya sendiri, tidak membela, bahkan cenderung menyesatkan umat. Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada mereka dan juga kepada semua orang seperti mereka untuk kembali ke jalan-Nya.

Bagaimana mungkin seorang muslim menuntut majelis ulama dibubarkan ? Apakah mereka tidak memahami hadits nabi berikut ini : “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Hadits ini diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnad-nya (5/169), Ad-Darimi di dalam Sunan-nya (1/98), Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah di dalam Muqaddimahnya dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Hibban. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan: “Haditsnya shahih.” Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih At-Targhib, 1/33/68)

Asy-Syaikh Shalih Fauzan mengatakan: “Kita wajib memuliakan ulama muslimin karena mereka adalah pewaris para nabi, maka meremehkan mereka termasuk meremehkan kedudukan dan warisan yang mereka ambil dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta meremehkan ilmu yang mereka bawa. Barangsiapa terjatuh dalam perbuatan ini tentu mereka akan lebih meremehkan kaum muslimin. Ulama adalah orang yang wajib kita hormati karena kedudukan mereka di tengah-tengah umat dan tugas yang mereka emban untuk kemaslahatan Islam dan muslimin. Kalau mereka tidak mempercayai ulama, lalu kepada siapa mereka percaya. Kalau kepercayaan telah menghilang dari ulama, lalu kepada siapa kaum muslimin mengembalikan semua problem hidup mereka dan untuk menjelaskan hukum-hukum syariat, maka di saat itulah akan terjadi kebimbangan dan terjadinya huru-hara.” (Al-Ajwibah Al-Mufidah, hal. 140).

Mereka tentunya juga tidak belajar kepada hadits Rasulullah berikut ini : “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)

Begitulah akibatnya apabila sebuah negara merendahkan peran para ulamanya. Semoga ABS dan Dur dan orang-orang seperti mereka sadar akan hal ini.

Celoteh 1:35 am

Saat ini lagi seru-serunya perang urat saraf yang dilancarkan oleh 2 kubu, yang notabene ormas Islam, yaitu FPI dan GP Ansor. ‘Perang’ ini menurut GP Ansor disebabkan oleh aksi anarkisme FPI yang sudah sering terjadi. FPI sendiri juga tidak mau dipersalahkan begitu saja. Mereka tetap kukuh berpendirian untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar menuntut pembubaran Ahmadiyah di Indonesia.

Terus terang, saya tidak ingin memihak salah satu kubu. Namun hanya sekedar ingin mengungkapkan opini pribadi saya yang selama ini sekaligus juga menjadi unek-unek saya. Bagaimana mungkin seorang sekelas ketua GP Ansor tidak mampu bersikap lebih bijaksana untuk melihat persoalan kepada akarnya. Saya rasa sudah bukan jamannya untuk menyikapi setiap permasalahan hanya pada ‘tampilan luarnya’ saja. Kalau sudah seperti ini ya, sedikit-sedikit emosi bisa meletup karena pada zaman ini begitu banyaknya masalah-masalah sepele menyeruak ke permukaan yang memang bisa menyulut emosi apabila hanya berpikiran dangkal saja.

Wahai saudara-saudaraku, tahukah kalian? Kita, umat muslim, sedang difitnah luar dalam oleh para jahanam liberalis. Kita sedang diadu domba untuk kemudian dikuasai. Taktik mereka kuno namun ampuh, ditambah lagi para jahanam itu juga beragama islam (namun bukan muslim). Sadarlah wahai saudaraku, tidak ada gunanya saling bermusuhan sesama muslim sendiri. Bahkan Rasulullah pun mengecam dan melaknat hal ini.

Jika ada saudara kita yang menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, ya mbok dibantu sekuatnya bukan malah memusuhinya. Problem kita sekarang ini adalah Ahmadiyah. Mari kita satukan energi untuk segera melenyapkan paham sesat ini dari agama kita tercinta. Merekalah yang seharusnya kita perangi, bukan malah saudara kita sendiri !

BUBARKAN AHMADIYAH !!!